Pages

Lingkar Tanah Lingkar Air Resensi-Review

Sabtu, 28 November 2015

                                                         

Judul                 : Lingkar Tanah Lingkar Air
Penulis              : Ahmad Tohari
Penerbit            : PT. Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Agustus : 2015 (sampul baru)
Tebal                 : 20 cm
Halamam          : 168 halaman
ISBN                  : 978-602-03-1860-8 


Pergolakan perang mempertahankan kemerdekaan RI antara tahun 1946—1950 menyeret banyak pemuda kampung ke dalam kancah perjuangan bersenjata. Di antara mereka adalah Amid dan kawan-kawan yang berjuang di bawah panji Hizbullah. Amid dan kawan-kawan bertempur dan membela kemerdekaan RI sebagai kewajiban iman mereka. Amid pribadi bertekad setelah situasi damai akan bergabung menjadi anggota tentara resmi negara.

Kamis, 19 November 2015



Penulis: Titi Setiyoningsih
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Pertama, 2015
Jumlah hal.: 192 halaman


                Kasanding Hapsari atau yang lebih dikenal dengan panggilan Sanding adalah putri tunggal dari ayah dan ibunya yang sudah meninggal ketika melahirkan Sanding.

Rambutnya yang sebahu sedikit bergelombang…
itu adalah rambut turunan ibunya.

                Sedari kecil Sanding sudah tinggal di sebuah desa yang dengan pantai. Suara ombak dan bau asin air laut sudah menjadi sahabat kecil bagi Sanding. Ketika ia akan memasuki masa SMA, Sanding dan ayahnya harus pindah ke kota Nusa dan di sana Sanding akan bersekolah di SMA Nusa- Itu adalah permintaan ibunya sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya.

                SMA Nusa adalah sekolah yang terkenal di kota itu, tapi Sanding tidak bahagia bisa bersekolah di SMA Nusa. Hari pertama masuk sekolah ia sudah menjadi bahan jailan dari Geng Anak Populer di sekolah itu. Sepertinya harapannya untuk menjalani hari damai di sekolah tidak akan terjadi.

                Sanding yang merupakan anak biasa saja tanpa kepintaran, kecantikan atau kekayaan, memilih masuk ke dalam Eskul Drama-yang isinya memang anak-anak yang dicap sebagai anak biasa saja. Tapi ada kehebohan lain! Kala, pemuda blasteran yang merupakan anggota dari Geng Anak Populer harus masuk terpaksa ke Eskul Drama sebagai hukuman. Ditambah lagi dengan peran Rama dan Shinta, yang akan diperankan oleh Kala dan Sanding untuk pagelaran drama yang akan dilakukan. Tatapan sinis dan iri dari anak-anak lain pun sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Sanding.
Dia itu mirip bunglon
Gampang berubah dan nggak jelas maunya

Orang jatuh cinta itu nggak pernah bisa berbohong
Masalah hati, mata yang bicara

                Namun, ditengah semua kekacauan yang ada, Sanding dan Kala justru semakin dekat dan di sisi sepasang mata selalu  mengawasi mereka, Ragan. Pemuda yang juga merupakan anggota Geng Anak Populer dan sekaligus musuh abadi Kala.  Ragan selalu memakai kesempatan yang ada untuk menganggu Sanding, apakah Ragan benar-benar menganggunya hanya karena iseng atau itu adalah cara lainnya untuk menunjukan sesuatu? Menunjukan bahwa ia juga menyukai Sanding.

                Novel ini diawali dengan cerita yang berpindah dari tokoh satu ke tokoh yang lainnya. Jika kalian tidak membacanya dengan baik-baik, mungkin kalian akan menjadi bingung. Tapi yang menarik adalah pertemuan tokoh-tokoh yang diceritakan di satu adegan-Toko Bunga Pak Martin.

                Kemudian dilanjutkan dengan hari pertama Sanding di sekolah dan sudah berhadapan dengan anak-anak poluper. Perlawanan Sanding terhadap mereka juga cukup pas dan tidak terlalu berlebihan, atau bisa dikatakan pas untuk anak yang baru masuk SMA.

Hati perempuan itu seperti telaga
Ikan ikan tak pernah tahu
seberapa dalamnya telaga tempat mereka hidup itu

                Pertemuannya dengan Kala dan interaksinya dengan Kala juga menarik, membuat pembaca akan senyum-senyum sendiri ketika membacanya. Tapi terkadang masih terasa terburu-buru, terlalu cepat untuk Kala bisa jatuh cinta kepada Sanding. Juga pada bagian adanya hubungan Sanding dengan Ragan di masa lalu, hal ini akan membuat pembaca semakin penasaran tapi jawabannya yang didapatkan pembaca kurang memuaskan, karena hanya diceritakan sedikit dari kejadian di masa lalu. Interaksi Sanding dengan Ragan juga kurang banyak, sehingga Ragan belum menunjukan rasa sukanya yang tak bisa sampaikan dengan baik kepada Sanding.
                Bukan hanya romansa saja yang disodorkan di novel tapi juga ada bagian yang menghibur. Terlebih lagi bagian Bima dan Heisye yang tertangkap basah sedang berpacaran oleh gurunya, tapi juga selalu berhasil kabur dari kejaran gurunya. Keunikan lain dari novel ini adalah persahabatan dari geng anak popular yang sudah dibangun dari TK, namun walaupun begitu ada dua orang dari anggota geng tersebut yang sampai sekarang masih menjadi musuh bebuyutan. Tidak adanya keberpihakan kepada Ragan atau Kala menunjukan kepada pembaca sebuah persahabatan yang sejati, unik dan jarang ditemukan. Hal-hal itu membuat para pembaca akan mempunyai banyak pertanyaan yang timbul, seperti; kelanjutan hubungan Sanding, Kala dan Ragan. Siapakah yang sebenarnya dipilih oleh Sanding? Mengapa Ibu Sanding memintanya bersekolah di SMA Nusa dan apa yang membuat Ragan dan Kala menjadi musuh abadi?

                Tapi, secara keseluruhan novel ini menarik untuk membaca, kisahnya yang menarik dan bahasanya yang ringan untuk dibaca menjadi nilai tambah untuk novel ini. Novel ini juga menunjukan kehidupan remaja yang sebenarnya, tidak terlalu dilebihkan, dan mengajarkan nilai-nilai yang baik. penamaan tokoh di novel juga sangat menarik; Ragan, Kala, Sanding, dan Aprodit adalah nama-nama yang terdengar asing namun akan berbekas di hati dan ingatan pembaca.

Inilah yang dinamakan proses
Inilah yang dinamakan keluarga
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS