Penulis: Titi Setiyoningsih
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Pertama, 2015
Jumlah hal.: 192 halaman
Kasanding
Hapsari atau yang lebih dikenal dengan panggilan Sanding adalah putri tunggal
dari ayah dan ibunya yang sudah meninggal ketika melahirkan Sanding.
Rambutnya yang sebahu sedikit bergelombang…
itu adalah rambut turunan ibunya.
Sedari
kecil Sanding sudah tinggal di sebuah desa yang dengan pantai. Suara ombak dan
bau asin air laut sudah menjadi sahabat kecil bagi Sanding. Ketika ia akan
memasuki masa SMA, Sanding dan ayahnya harus pindah ke kota Nusa dan di sana
Sanding akan bersekolah di SMA Nusa- Itu adalah permintaan ibunya sebelum ia
menghembuskan nafas terakhirnya.
SMA
Nusa adalah sekolah yang terkenal di kota itu, tapi Sanding tidak bahagia bisa
bersekolah di SMA Nusa. Hari pertama masuk sekolah ia sudah menjadi bahan
jailan dari Geng Anak Populer di sekolah itu. Sepertinya harapannya untuk
menjalani hari damai di sekolah tidak akan terjadi.
Sanding
yang merupakan anak biasa saja tanpa kepintaran, kecantikan atau kekayaan,
memilih masuk ke dalam Eskul Drama-yang isinya memang anak-anak yang dicap
sebagai anak biasa saja. Tapi ada kehebohan lain! Kala, pemuda blasteran yang
merupakan anggota dari Geng Anak Populer harus masuk terpaksa ke Eskul Drama
sebagai hukuman. Ditambah lagi dengan peran Rama dan Shinta, yang akan diperankan
oleh Kala dan Sanding untuk pagelaran drama yang akan dilakukan. Tatapan sinis
dan iri dari anak-anak lain pun sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Sanding.
Dia itu mirip bunglon
Gampang berubah dan nggak jelas maunya
Orang jatuh cinta itu nggak pernah bisa berbohong
Masalah hati, mata yang bicara
Namun,
ditengah semua kekacauan yang ada, Sanding dan Kala justru semakin dekat dan di
sisi sepasang mata selalu mengawasi
mereka, Ragan. Pemuda yang juga merupakan anggota Geng Anak Populer dan
sekaligus musuh abadi Kala. Ragan selalu
memakai kesempatan yang ada untuk menganggu Sanding, apakah Ragan benar-benar
menganggunya hanya karena iseng atau itu adalah cara lainnya untuk menunjukan
sesuatu? Menunjukan bahwa ia juga menyukai Sanding.
Novel
ini diawali dengan cerita yang berpindah dari tokoh satu ke tokoh yang lainnya.
Jika kalian tidak membacanya dengan baik-baik, mungkin kalian akan menjadi
bingung. Tapi yang menarik adalah pertemuan tokoh-tokoh yang diceritakan di
satu adegan-Toko Bunga Pak Martin.
Kemudian
dilanjutkan dengan hari pertama Sanding di sekolah dan sudah berhadapan dengan
anak-anak poluper. Perlawanan Sanding terhadap mereka juga cukup pas dan tidak
terlalu berlebihan, atau bisa dikatakan pas untuk anak yang baru masuk SMA.
Hati perempuan itu seperti telaga
Ikan ikan tak pernah tahu
seberapa dalamnya telaga tempat mereka hidup itu
Pertemuannya
dengan Kala dan interaksinya dengan Kala juga menarik, membuat pembaca akan
senyum-senyum sendiri ketika membacanya. Tapi terkadang masih terasa
terburu-buru, terlalu cepat untuk Kala bisa jatuh cinta kepada Sanding. Juga
pada bagian adanya hubungan Sanding dengan Ragan di masa lalu, hal ini akan
membuat pembaca semakin penasaran tapi jawabannya yang didapatkan pembaca
kurang memuaskan, karena hanya diceritakan sedikit dari kejadian di masa lalu. Interaksi
Sanding dengan Ragan juga kurang banyak, sehingga Ragan belum menunjukan rasa
sukanya yang tak bisa sampaikan dengan baik kepada Sanding.
Bukan hanya
romansa saja yang disodorkan di novel tapi juga ada bagian yang menghibur. Terlebih
lagi bagian Bima dan Heisye yang tertangkap basah sedang berpacaran oleh
gurunya, tapi juga selalu berhasil kabur dari kejaran gurunya. Keunikan lain
dari novel ini adalah persahabatan dari geng anak popular yang sudah dibangun
dari TK, namun walaupun begitu ada dua orang dari anggota geng tersebut yang
sampai sekarang masih menjadi musuh bebuyutan. Tidak adanya keberpihakan kepada
Ragan atau Kala menunjukan kepada pembaca sebuah persahabatan yang sejati, unik
dan jarang ditemukan. Hal-hal itu membuat para pembaca akan mempunyai banyak
pertanyaan yang timbul, seperti; kelanjutan hubungan Sanding, Kala dan Ragan. Siapakah
yang sebenarnya dipilih oleh Sanding? Mengapa Ibu Sanding memintanya bersekolah
di SMA Nusa dan apa yang membuat Ragan dan Kala menjadi musuh abadi?
Tapi, secara
keseluruhan novel ini menarik untuk membaca, kisahnya yang menarik dan
bahasanya yang ringan untuk dibaca menjadi nilai tambah untuk novel ini. Novel ini
juga menunjukan kehidupan remaja yang sebenarnya, tidak terlalu dilebihkan, dan
mengajarkan nilai-nilai yang baik. penamaan tokoh di novel juga sangat menarik;
Ragan, Kala, Sanding, dan Aprodit adalah nama-nama yang terdengar asing namun
akan berbekas di hati dan ingatan pembaca.
Inilah yang dinamakan proses
Inilah yang dinamakan keluarga